Gerongan Ladrang Asmarandana Lengkap Lirik Dan Notasi

- Penulis Berita

Rabu, 7 Mei 2025 - 15:02

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kali ini saya akan memberikan notasi ladrang asmarandana lengkap dengan cakepan ( lirik ) gerongannya. Maaf sebelumnya karena hanya dengan format Jpg, jadi anda bisa menyimpannya atau download pada smartphone anda.

Karya ini dibuat oleh Ki Nartosabdo, yang merupakan pelopor gendhing, ladrang, lancaran, dan lagu-lagu yang populer hingga saat ini.

Adapun beberapa gerongan beserta notasi ada 3 jenis, sesuai dengan iramanya, yaitu:

  1. Irama kibar
  2. Irama Dadi
  3. Irama Wiled
0001 1
0002 1
0003 1
0004 1

Berikut Penggalan Cakepan Lengkap Dengan Artinya

Gåndå arum cahyané angenguwung (Harum wangi, cahayanya indah)
cundhuk kembang menur kalung sekar melathi (Memakai bunga, berkalung bunga melati
bregas kåyå pinulas pindhå golèk kencånå (Indah seperti lukisan wayang emas)
tembené kang amulat temah dånå asmårå (yang baru melihat akan jatuh cinta)

A. Terjemahan harfiah / kata-per-kata (Bahasa Indonesia — gloss)

  1. Gândha arum cahyané angênguwung
    • gandha = harum/wangi; arum = wangi; cahyané = cahayanya; angênguwung = memancar/berkila (berasal dari kata “ngenguwung/angenguwung” = memancar, bersinar).
    Harumnya wangi, cahayanya memancar.
  2. cundhuk kembang menur kalung sekar melathi
    • cundhuk = memakai di kepala/bersanggul; kembang = bunga; menur = menggantung turun; kalung = kalung; sekar melathi = bunga melati.
    Bersanggul bunga, tergantung seperti kalung bunga melati.
  3. bregas kåyå pinulas pindhå golèk kencånå
    • bregas = indah/ceria; kåyå = seperti; pinulas = yang dilukis; pindhå = emas (pindha/pindha = perhiasan/warna emas); golèk kencånå = mencari kekasih/cari asmara (golèk = mencari; kencana biasanya emas, di sini metafora kecantikan yang memikat).
    Indah seperti lukisan berwarna emas yang mencari cinta. (literal: “seindah lukisan emas, tampak mencari kecintaan”)
  4. tembené kang amulat temah dånå asmårå
    • tembené = siapa saja yang; kang = yang; amulat = melihat; temah = lalu; dånå asmårå = jatuh cinta (dånå/dena = menjadi; asmara = cinta).
    Siapa saja yang melihatnya akan lalu jatuh cinta.

B. Terjemahan puitis ( mempertahankan nuansa & ritme )

Bahasa Indonesia — versi puitis

Harumnya semerbak, cahayanya menyinar,
bersanggul bunga, bergelayut kalung melati;
mengkilap bagai lukisan emas berhiaskan ragam —
siapa menatapnya, sekejap hatinya luluh, terjerat asmara.

Bahasa Inggris — poetic rendering

Fragrant and sweet, its radiance spills and gleams,
a blossom worn atop, jasmine hung like a string of pearls;
shining like a gilded painting, patterned and alive —
whoever gazes once, will find their heart undone by love.

Catatan pilihan kata (singkat)

“Golèk kencånå” bisa dibaca literal “mencari emas” tapi lebih kuat secara metafora sebagai “mencari cinta/menjerat hati” — aku pilih makna asmara untuk konsistensi tema baris akhir.


Makna yang tersirat dalam lirik gerongan diatas, adalah menggambarkan seorang gadis yang masih muda belia, memiliki harum mewangi, seperti cahaya yang berjalan dan siapapun akan jatuh cinta kepada gadis tersebut.

“Angenguwung” aku terjemahkan sebagai memancar/menyinar untuk menangkap makna cahaya yang tersebar, bukan sekadar “terang”.

“Bregas” punya nuansa aktif — segar, hidup, memikat — sehingga dalam versi puitis jadi mengkilap / berhiaskan ragam.

Baris 3 mengandung permainan kata: pinulas pindhå (seolah-olah “dilukis/diberi warna emas”) — aku pilih gambar “gilded painting / lukisan emas” untuk menonjolkan kehalusan dan kemewahan visual.

Berita Terkait

Apa Saja Jenis Reklame? Memahami Fungsi dan Contohnya dalam Kehidupan Sehari-hari
Dhandanggula ‘Bangsa Hywa Mukti’: Nasionalisme Humanis dalam Balutan Macapat Jawa
Eksplorasi Warisan Nusantara: Mengenal Ragam Pesona Wisata Budaya Indonesia
Antropolinguistik: Memahami Bahasa sebagai Cermin Jiwa Budaya
Budaya Organisasi, Keberagaman, dan Digital: Kompas Moral Manusia di Era Global
Tepa Selira: Rahasia Filosofi Hidup Jawa Kuno untuk Hidup Penuh Empati di Era Modern
Unggah-Ungguh: Etika Kesusilaan Jawa dan 7 Kunci Tatakrama untuk Kehidupan Modern
Sinom Rambangan Bahasa Jawa Lengkap: Teks, Arti, dan Filosofi

Berita Terkait

Senin, 3 November 2025 - 06:35

Apa Saja Jenis Reklame? Memahami Fungsi dan Contohnya dalam Kehidupan Sehari-hari

Senin, 3 November 2025 - 05:56

Dhandanggula ‘Bangsa Hywa Mukti’: Nasionalisme Humanis dalam Balutan Macapat Jawa

Senin, 3 November 2025 - 04:21

Eksplorasi Warisan Nusantara: Mengenal Ragam Pesona Wisata Budaya Indonesia

Minggu, 2 November 2025 - 19:10

Budaya Organisasi, Keberagaman, dan Digital: Kompas Moral Manusia di Era Global

Rabu, 22 Oktober 2025 - 18:23

Tepa Selira: Rahasia Filosofi Hidup Jawa Kuno untuk Hidup Penuh Empati di Era Modern

Rabu, 22 Oktober 2025 - 18:22

Unggah-Ungguh: Etika Kesusilaan Jawa dan 7 Kunci Tatakrama untuk Kehidupan Modern

Rabu, 22 Oktober 2025 - 17:42

Sinom Rambangan Bahasa Jawa Lengkap: Teks, Arti, dan Filosofi

Senin, 6 Oktober 2025 - 15:10

Tembang Asmarandana: Pengertian, Makna, Struktur, dan Contoh Kreasi Modern Terbaru

Berita Terbaru

Uncategorized

Jineman Uler Kambang Lengkap Terjemahan, dan Nilai Agung

Rabu, 26 Nov 2025 - 17:57